LNCrawler

Jangan Merendahkan Dirimu

Misteri Cinta Yuna — gooddreamer.id · All chapters

Jangan Merendahkan Dirimu

Ethan kembali diam dan dia menatap Yuna dengan saksama karena dia yakin dengan penilaiannya, dia juga mengenal dengan baik wanita yang ada di depannya itu. Dia berdiri dan berjalan ke luar dari kamar Yuna tetapi dia menghentikan langkahnya lalu berbalik.

“Kamu harus ingat saja apa yang aku katakan tadi. Apabila kamu membuat kekacauan dan aku tidak bisa mengatasinya maka kamulah yang bersalah jika akhirnya kita menikah,” Ethan kembali berkata dengan sedikit nada menekan lalu dia ke luar dari dalam kamar Yuna.

Yuna semakin kesal saja dengan apa yang dikatakan oleh Ethan yang menuduhnya akan melakukan kesalahan lagi. Dia pun mengambil ponselnya dan menghubungi Aruna dan tidak begitu lama dia mendengar suara sang sahabat di seberang telepon.

“Kamu di mana?” tanya Yuna kepada Aruna.

Aruna mengatakan jika dirinya baru saja tiba di depan rumah, dia menyuruh Yuna untuk ke luar dari rumah karena dia tidak akan masuk. Setelah mengatakan itu Aruna memutuskan sambungan teleponnya karena dia mendengar persetujuan Yuna yang akan menghampirinya.

Yuna berjalan ke luar dari kamar dan dia langsung ke luar rumah untuk menemui Aruna yang sudah menunggunya di depan rumah. Dia melihat mobil Aruna lalu mendekat dan masuk ke dalamnya.

“Ayo kita pergi dan temui wanita itu!” Yuna berkata kepada Aruna dan mobil pun berjalan meninggalkan rumah.

Dia sudah siap untuk bertemu dengan wanita itu, dia berharap jika wanita itu bisa membuatnya keluar dari masalah pernikahannya dengan Ethan. Dia sama sekali tidak ingin menikah dengan Ethan yang sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri dan juga dia merasa jika Ethan sudah berubah.

Beberapa saat kemudian Aruna menghentikan mobilnya tepat di depan kafe di mana wanita itu sudah ada di sana dan menunggu kedatangan Yuna. Ponselnya berdering, Aruna mengambil ponselnya lalu dia melihat ke layar ponselnya.

“Dia menghubungiku,” Aruna berkata kepada Yuna yang masih melihat ke depan kafe.

“Angkat dan dengarkan apa yang diinginkannya!” sambung Yuna.

Aruna mengangguk dan dia pun mengangkat teleponnya lalu dia menyerahkan ponselnya kepada Yuna karena wanita itu ingin bicara dengannya. Yuna mengambil ponsel Aruna dan dia mendengarkan apa yang dikatakan oleh wanita itu yang ada di seberang telepon dan dia sedikit kesal dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu.

“Aku sudah ada di depan jika kamu ingin pergi itu terserah padamu,” Yuna berkata kepada wanita itu yang ada di seberang telepon dengan nada sedikit kesal.

Wanita itu pun akhirnya mengatakan jika dirinya akan menemui Yuna dan dia tidak ingin menunggu lagi karena waktunya begitu berharga. Setelah mengatakan itu dia menutup sambungan teleponnya dan menunggu orang yang ingin bertemu dengannya dan semua itu ada kaitannya dengan Ethan.

Yuna membuka pintu mobilnya dan dia ke luar dari dalam mobil diikuti oleh Aruna, mereka berdua pun berjalan memasuki kafe. Dia ingin tahu wanita seperti apa yang sudah dekat dengan Ethan dan semua orang pun membicarakannya tetapi dia tidak tahu akan hal itu.

“Jangan pernah merendahkan dirimu,” ucap seseorang dan itu menghentikan langkah Yuna untuk masuk ke dalam kafe.

Yuna membalikkan tubuhnya dan dia ingin melihat siapa yang sudah berani menghentikannya dengan kalimat yang membuatnya sedikit kesal. Dia terkejut karena melihat Ethan yang sudah berdiri sembari menatapnya dengan sorot matanya begitu menusuk seraya ingin menerkamnya.

“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Yuna sembari berusaha untuk mengalihkan tatapan yang tajam dari seorang Ethan Jarvis.

“Bukankah aku yang seharusnya bertanya kepadamu? Sedang apa kamu di sini?” Ethan balik bertanya kepada Yuna dengan nada dingin.

Sebelum menjawab pertanyaan Ethan dia sudah mendengar suara seorang wanita yang memanggil nama Ethan dan wanita itu pun langsung mendekat ke arah Ethan. Melihat semua itu sedikit membuat Yuna terkejut karena wanita itu bisa dengan santainya bermanja dengan Ethan yang selama beberapa tahun ini selalu bersikap dingin kepadanya.

Yuna berpikir apakah memang benar wanita itu adalah wanita yang sangat dicintai oleh Ethan, dia terus menatap mereka berdua. Dia juga melihat Ethan yang tidak marah kepada wanita itu, dia melirik ke arah Aruna seraya memberi tanda kepada sang sahabat untuk pergi karena dia merasakan akan ada masalah besar yang menimpanya.

Aruna melihat tanda Yuna dan dia paham dengan semua itu, dia pun mulai berjalan mundur tetapi tubuh Aruna tidak bisa bergerak lagi karena di belakangnya sudah ada Joshua. Dia sedikit kesal dengan pria itu yang selalu saja menghalanginya jika akan pergi bersama dengan Delia.

“Jangan biarkan mereka pergi karena aku belum selesai dengan mereka berdua,” Ethan berkata dengan nada memerintah kepada Joshua dan dua pengawal yang selalu ada mengikutinya ke mana saja dia pergi.

Yuna menghela napasnya karena dia tidak bisa pergi menyelamatkan dirinya meski sebenarnya dia bisa pergi dengan menggunakan kemampuan bela dirinya. Namun, dia tidak ingin memperlihatkan kemampuannya di depan Ethan begitu juga dengan Aruna yang sudah berjanji kepada Yuna untuk menyembunyikan kemampuan seni bela dirinya.

“Mengapa kamu belum selesai dengan mereka? Lebih baik kita pergi dari sini dan aku akan menyenangkan dirimu sehingga kamu tidak akan pernah kecewa denganku,” Wanita itu berkata dengan nada menggoda sembari menyentuh dada Ethan.

Wanita itu merasa tidak senang jika Ethan memperhatikan wanita lain selain dirinya, dia menatap dengan tajam Yuna dan juga Aruna. Dia merasa jika dua wanita yang ada di depannya memang sengaja ingin bertemu dengannya hanya untuk bisa bertemu dengan Ethan.

Dia pun berjalan mendekat ke arah Yuna dan menatapnya dengan penuh rasa benci lalu bertanya, “Kamu ingin bertemu denganku atau memang ini rencanamu untuk bertemu dengan Ethan?”

Yuna tersenyum dengan apa yang ditanyakan oleh wanita yang ada di depannya itu, wanita itu tidak tahu jika Yuna bisa dengan mudah bertemu dengan Ethan tanpa membuat janji terlebih dahulu. Bahkan dia tahu bagaimana Ethan sewaktu masih kecil dan sering mengikutinya ke mana saja dia pergi.

Wanita itu merasa kesal dengan tatapan Yuna yang menyiratkan meremehkannya dan dia pun akhirnya menampar Yuna dengan cukup keras. Aruna terkejut dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu dan dia berjalan mendekat ke arah wanita itu untuk membalas apa yang sudah dilakukannya kepada Yuna.

“Apa kamu sudah puas, Eliana?!” tanya Ethan dengan nada dingin dan menekan.

Wanita itu adalah Eliana dan dia terkejut dengan pertanyaan Ethan yang begitu menekan saat dirinya menampar wanita yang ada di depannya itu. Dia sama sekali tidak tahu dengan wanita itu dan dia juga merasa jika Ethan berbeda dari biasanya.

“Siapa wanita ini, Ethan? Biasanya jika aku menampar atau mengusir wanita yang ingin dekat denganmu semua itu tidak masalah bagimu bukan?” Eliana bertanya kepada Ethan.

“Dia adalah Yuna Hashimoto,” sela Aruna yang sudah tidak tahan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Eliana kepada Delia.

Eliana terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Aruna, dia menatap dengan saksama wanita yang baru dia tampar itu. Dia memang pernah mendengar jika Ethan memiliki seorang kakak angkat yang selalu dekat dengannya tetapi semua orang tidak tahu bagaimana wajah dari Yuna itu, bahkan dia pun tidak mengetahuinya.

“Joshua, kamu bereskan dia!” perintah Ethan yang sudah kesal dengan apa yang dilakukan oleh Eliana, dia memegang tangan Yuna lalu menariknya dan memasukkannya ke dalam mobil.